Energi
Beranda / Energi / Viral Kapal Gamsunoro Tanpa Orang Indonesia, Pertamina: Kapal Sedang Disewa

Viral Kapal Gamsunoro Tanpa Orang Indonesia, Pertamina: Kapal Sedang Disewa

Kapal Pertamina Gamsunoro (Foto: Pertamina)

Jakarta, Artha Bhumi.id – Beberapa waktu lalu sempat menjadi viral, Kapal tanker Pertamina Gamsunoro yang tertahan di Selat Hormuz tak satupun diawaki Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal tersebut diungkapkan pelaut dan konten kreator Indonesia, @andrianumar (Rian Zele), saat berpapasan dengan kapal tanker GMT Gamsunoro pada 18 April 2026. Ada rasa bangga ketika di jalur perdagangan paling berbahaya di dunia itu, aset negara berdiri tegak.

​Namun, rasa bangga itu berubah menjadi keheningan yang menyesakkan hanya dalam hitungan detik setelah gagang radio diangkat. Panggilan tak terbalas dengan bahasa Ibu. Niatnya sederhana, menyapa sesama putra bangsa yang ia duga sedang bertaruh nyawa mengoperasikan kapal tanker pengangkut energi tersebut.

Lewat percakapan singkat tersebut, terungkap bahwa seluruh awak kapal GMT Gamsunoro adalah Warga Negara India, tidak ada satu pun WNI di sana.

Kapal Disewa

Pinjol Tembus Rp100 Triliun, Madu dan Racun

Kapal Pertamina Gamsunoro dimiliki oleh PT Pertamina International Shipping (PIS), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada pelayanan dan jasa kelautan, dan logistik untuk pihak ketiga dan pasar internasional.

Dalam melayani pasar internasional, kapal-kapal PIS bekerja sama dengan pihak penyewa dan manajemen kapal. Kerja sama ini merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global.

Kapal Gamsunoro termasuk salah satu kapal milik PIS yang melayani pasar tersebut, terutama di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Saat ini kapal tersebut disewa oleh pihak ketiga yang mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional dan standar operasional yang ketat.

Sebagai salah satu Sub Holding Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS) berfokus pada lini bisnis angkutan maritim untuk pasar internasional. Strategi ini dijalankan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan motor devisa negara dari ekspansi pasar global.

“Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia. Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94%,” ujar Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita, Senin (20/4/26).

Pertamina Group tetap berkomitmen terhadap talenta dalam negeri sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi pelaut nasional di kancah global.

Jumlah ABK WNI yang dipekerjakan di atas kapal Pertamina Group, baik domestik maupun internasional, setidaknya berjumlah 4.090 orang. Sementara untuk pelaut WNA hanya berkisar 278 orang atau sekitar 6% dari total ABK di atas kapal Pertamina Group.