Ekonomi Nasional
Beranda / Nasional / Sepanjang 2025, Holding Ultra Mikro Jangkau 34,5 Juta Debitur

Sepanjang 2025, Holding Ultra Mikro Jangkau 34,5 Juta Debitur

Jakarta, ArthaBhumi.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil membukukan laba bersih Rp57,132 triliun sepanjang tahun 2025. Selain itu, BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan langkah-langkah ini mencakup redesain peran dan peningkatan kapabilitas mantri, serta optimalisasi pipeline digital melalui BRIspot.

“Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening,” kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya di Jakarta, Kamis (27/2/26).

Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY.

Kebijakan Baru Garuda Indonesia, Bebas Ubah Jadwal dan Refund Hingga 100 Persen

“Di saat yang bersamaan ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% YoY,” tambahnya.

Di luar pembiayaan, BRI juga terus memperluas dampak pemberdayaan sebagai bagian dari komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan. Hingga akhir 2025, melalui Desa BRILIaN, BRI telah membina lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Penguatan sektor produktif berbasis komunitas juga dilakukan oleh BRI melalui program KlasterkuHidupku, dengan pengembangan 42 ribu klaster usaha.

Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses layanan keuangan. Tercatat, hingga akhir 2025, lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILInk Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2% YoY. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY.