Ekonomi Nasional
Beranda / Nasional / Laporan Keuangan 2025, SMF Bukukan Laba Bersih Rp565 Miliar, Naik 5 Persen

Laporan Keuangan 2025, SMF Bukukan Laba Bersih Rp565 Miliar, Naik 5 Persen

Jajaran Direksi SMF

Jakarta, Bhumi Artha.id – Sepanjang tahun 2025, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berhasil mencatatkan kinerja keuangan di atas RKAP. Laba bersih SMF tahun 2025 mencapai Rp565 miliar, naik 5 persen dari Rp540 miliar pada tahun 2024.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis SMF yang berbasis tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

“Laporan Keuangan Tahun 2025 yang diaudit Lembaga Audit Eksternal Independen meraih opini ‘wajar, dalam semua hal yang material’. Capaian ini menunjukkan Perseroan mampu menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi,” ujar Bonai di Jakarta, Rabu (4/3/26).

Berdasarkan laporan keuangan tersebut, total pendapatan perusahaan pada 2025 mencapai Rp3,10 triliun, meningkat 8,12 persen dari Rp2,86 triliun pada 2024.

Pinjol Tembus Rp100 Triliun, Madu dan Racun

Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan syariah yang naik dari Rp2,85 triliun menjadi Rp3,09 triliun. Sedangkan kenaikan beban menjadi Rp2,38 triliun atau lebih tinggi dibandingkan Rp2,20 triliun pada tahun 2024. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya beban bunga dari Rp1,99 triliun menjadi Rp2,17 triliun.

“Di tantangan ekonomi yang meningkat, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih Rp565 miliar atau meningkat 5 persen dibandingkan pada 2024 sebesar Rp540 miliar,” kata Dirut SMF, Ananta Wiyogo di Jakarta.

Pertumbuhan laba bersih sebesar 5 persen ini mencerminkan perbaikan kualitas pendapatan dan efisiensi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun berjalan.

“Kinerja keuangan setelah diaudit dan di tengah tantangan likuiditas perbankan, kita berhasil menjaga performa keuangan terutama paska Covid-19,” tambahnya.

Dari sisi neraca, perusahaan menunjukkan ekspansi yang kuat. Hingga Desember 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp66,814 triliun, tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada sisi liabilitas meningkat dari Rp36,40 triliun menjadi Rp38,93 triliun.

Kemudian ekuitas melonjak dari Rp20,56 triliun menjadi Rp27,72 triliun. Sejak SMF didirikan, pihaknya telah menyalurkan dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan primer mencapai Rp141,73 triliun.

Total dana tersebut berasal dari financing/pembiayaan Rp127,52 triliun dan dari sekuritisasi Rp14,21 triliun.

“Jadi SMF dalam mengeluarkan surat utang di pasar modal sudah 73 kali dengan outstanding di market mencapai Rp74,87 triliun,” katanya.

Pada tahun 2025, jumlah dana yang telah dialirkan kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu mencapai Rp20,88 triliun. Adapun pendanaan yang diterima Perseroan mencapai lebih dari Rp10 triliun.

Di periode tersebut, perseroan mencatat RoA (return on Assets) mencapai 0,85 persen, RoE (return on equity) sebesar 2,68 persen dan profit margin mencapai 18,05 persen serta BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) sebesar 7,23 persen.