Jakarta, ArthaBhumi.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengelolaan aset BUMN dan Danantara secara hati-hati, profesional, serta penuh tanggung jawab. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam kegiatan Panen Raya Udang di kawasan BUBK Kebumen, Jawa Tengah. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, turut menghadiri undangan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyebut langsung Dony Oskaria dan menekankan besarnya mandat pengelolaan kekayaan negara yang saat ini berada di bawah BUMN dan Danantara. Presiden juga menjelaskan bahwa Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia yang berperan mengelola kekayaan bangsa untuk masa depan generasi berikutnya.
“Danantara itu adalah Dana Kedaulatan kita. Danantara itu singkatan dari Daya Anagata Nusantara,” ujar Presiden Prabowo, Sabtu (23/5/26).
Presiden menjelaskan, Daya berarti energi atau kekuatan, sementara Anagata berarti masa depan. Karena itu, pengelolaan Danantara harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian karena menyangkut kekayaan bangsa dan kepentingan anak cucu Indonesia.
Presiden juga menegaskan bahwa pengelolaan BUMN bukan mandat yang kecil. Terdapat lebih dari 1.000 BUMN dengan nilai aset yang sangat besar, sehingga dibutuhkan tata kelola yang kuat, transparan, dan akuntabel agar kekayaan negara benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.
“Jadi harus diurus baik-baik ya Pak Dony sama semua stafnya. Jangan bocor, jangan menguap. Itu uang rakyat,” tegas Presiden Prabowo.
Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa transformasi BUMN dan pengelolaan aset negara harus dilakukan secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa. BP BUMN bersama Danantara memastikan komitmennya untuk menjaga amanah tersebut melalui penguatan tata kelola dan optimalisasi aset negara demi masa depan Indonesia.
Sebelumnya, Dony menegaskan bahwa transformasi total di tubuh BUMN menjadi harga mati agar pengelolaan aset negara menjadi lebih transparan dan akuntabel. Akar masalah dari beban keuangan yang terjadi selama ini bersumber dari tata kelola yang tidak baik.
”BUMN harus berubah, harus bertransformasi menjadi lebih transparan dikelola menjadi lebih baik,” jelasnya.
Karut-marut laporan keuangan BUMN sering kali dipicu oleh praktik manipulasi atau rekayasa keuangan demi memoles kinerja di permukaan. Akibatnya, negara dan perusahaan harus menanggung kerugian besar, baik karena faktor kelalaian manajemen maupun tindakan melanggar hukum.
“Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam memanage atau rugi karena fraud,” kata Dony blak-blakan.
Dampak dari lemahnya tata kelola tersebut tercermin nyata pada lonjakan nilai impairment aset BUMN yang menyentuh angka fantastis. Inilah yang kini diperbaiki pada tahun ini. Tak hanya itu, sektor dana pensiun (dapen) BUMN juga menjadi sorotan tajam karena menyimpan bom waktu berupa potensi gagal bayar (potential default) yang sangat besar.
”Anda bisa bayangkan pada tahun ini saja Impairment hampir Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola. Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure dana pensiun, kurang lebih Rp50 triliun,” jelasnya.

