Jakarta, Arthabhumi.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel melalui aplikasi wondr by BNI. Kali ini, nasabah dapat berinvestasi pada Savings Bond Ritel seri SBR015 sekaligus berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp15 juta untuk pembelian menggunakan sumber dana fresh fund.
SBR015 merupakan SBN Ritel yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia dengan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimum (floating with floor). Dengan skema tersebut, tingkat imbal hasil dapat menyesuaikan perkembangan suku bunga acuan, namun tidak lebih rendah dari tingkat minimum yang telah ditetapkan.
SBR015 tersedia dalam dua pilihan tenor. SBR015T2 memiliki tenor dua tahun dengan tingkat imbal hasil minimum 6,75% per tahun dan jatuh tempo pada 10 Oktober 2028. Sementara itu, SBR015T4 memiliki tenor empat tahun dengan tingkat imbal hasil minimum 6,85% per tahun dan jatuh tempo pada 10 Oktober 2030.
SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana mengatakan, akses investasi melalui wondr by BNI memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan berbagai instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing.
“Melalui wondr by BNI, kami ingin memberikan akses investasi yang semakin mudah dan praktis bagi masyarakat. Kehadiran SBR015 juga menjadi kesempatan bagi nasabah untuk membangun portofolio melalui instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah,” ujar Steven dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (6/10/26).
Sebagai instrumen yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia, SBR015 dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memperoleh pendapatan berkala sekaligus berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional.
Selama masa penawaran, nasabah yang berinvestasi SBR015 melalui wondr by BNI menggunakan sumber dana fresh fund berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp15 juta sesuai dengan nilai pembelian serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Program cashback terbagi dalam periode Early Bird pada 28 September–9 Oktober 2026 dan Non-Early Bird pada 10–22 Oktober 2026.
Menurut Steven, kemudahan akses melalui kanal digital menjadi bagian dari upaya BNI memperluas literasi sekaligus partisipasi masyarakat dalam berbagai instrumen investasi.
“Kami berharap kemudahan melalui wondr by BNI dapat membantu masyarakat mengambil langkah investasi secara lebih terencana sesuai profil risiko, kebutuhan, dan tujuan finansial masing-masing,” kata Steven.
Perbandingan Efisiensi dengan Instrumen Keuangan Lain
Apabila dibandingkan dengan instrumen keuangan berisiko rendah dan menengah lainnya di pasar domestik, SBR015 menunjukkan daya tarik unggul, terutama dari sisi efisiensi pajak dan kepastian pengembalian:
- Keunggulan Atas Deposito Bank: Meski deposito menawarkan opsi tenor yang lebih singkat, rata-rata suku bunga deposito perbankan nasional saat ini berada di kisaran 3,50% hingga 5,00% per tahun. Selain itu, bunga deposito dikenakan potongan pajak sebesar 20%. Sebaliknya, SBR015 tidak hanya menawarkan imbal hasil lebih tinggi, tetapi juga tarif pajak yang jauh lebih rendah, yaitu hanya 10%.
- Stabilitas Dibandingkan Reksadana Pasar Uang (RDPU) & Pendapatan Tetap (RDPT): Reksadana memang memiliki keunggulan bebas pajak dan likuiditas harian. Namun, tingkat imbal hasil RDPU (rata-rata 4,50%–6,00%) umumnya berada di bawah kupon minimal SBR015. Sementara pada RDPT, meski imbal hasilnya dapat bersaing (6,00%–7,50%), nilainya dipengaruhi fluktuasi harga pasar obligasi sehingga membawa tingkat risiko yang sedikit lebih tinggi dibanding SBR015 yang dijamin 100% oleh negara.
- Kepastian Dibanding Investasi Volatil (Emas dan Saham): Dibandingkan dengan emas atau saham yang pergerakannya sangat ditentukan oleh dinamika pasar dan berisiko mengalami penurunan nilai (capital loss), SBR015 memberikan arus kas pasif (passive income) yang pasti setiap bulan tanpa risiko wanprestasi.
Fitur Likuiditas dan Profil Investor
Sebagai instrumen berjenis non-tradable, SBR015 tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Kendati demikian, pemerintah memberikan fasilitas early redemption (pencairan sebelum jatuh tempo) hingga maksimal 50% dari total nilai investasi setelah melewati masa kepemilikan satu tahun.
SBR015 sangat direkomendasikan bagi investor pemula, masyarakat yang ingin mengamankan dana cadangan menengah, serta investor konservatif yang memprioritaskan keamanan modal sekaligus ingin melindungi nilai aset dari dampak inflasi.
Proses pemesanan SBR015 dapat dilakukan secara daring melalui berbagai Mitra Distribusi (Midi) resmi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan, mulai dari perbankan nasional, perusahaan sekuritas, hingga platform teknologi finansial (fintech).

