Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Cermati Bursa Saham, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Cermati Bursa Saham, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

​Jakarta, Arthabhumi.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau perkembangan dan dinamika pasar modal nasional secara seksama guna memastikan arah kebijakan Perseroan tetap sejalan dengan target pertumbuhan jangka panjang.

Dalam kerangka tersebut, Perseroan membuka ruang kajian terhadap berbagai inisiatif strategis, salah satunya potensi pembelian kembali saham (share buyback), dengan senantiasa menyelaraskannya terhadap kebutuhan likuiditas serta rencana ekspansi operasional.

Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga, Trias Andriyanto, menyampaikan bahwa setiap alternatif aksi korporasi perlu dikaji secara menyeluruh agar selaras dengan kondisi dan prioritas bisnis Perseroan.

“Evaluasi terhadap kemungkinan opsi buyback saham didasarkan pada kajian yang komprehensif dan menyeluruh demi menjaga fundamental Perseroan. Perseroan juga selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam setiap langkah aksi korporasi. Pendekatan ini penting guna memastikan struktur keuangan tetap kokoh dengan tetap selaras dalam menjaga operasional jalan tol,” ujar Trias di Jakarta, Rabu (21/10/26).

IHSG Terdampak Sentimen MSCI, BTN Kaji Opsi Buyback Saham

Trias menambahkan, Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga pertumbuhan kinerja keuangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

“Dengan dukungan jaringan jalan tol yang luas dan konektivitas yang terus berkembang, kami berkomitmen menjaga kinerja yang berkelanjutan, menerapkan tata kelola yang bertanggung jawab, serta menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham dan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jalan,” tutup Trias.

Perseroan berkomitmen akan menyampaikan perkembangan dan keputusan terkait rencana aksi korporasi sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

Sebelumnya, bursa saham bereaksi keras terkait peringatan MSCI. IHSG dibuka di 5.393,92, anjlok 8,01% dari penutupan (15/10/26) di 5.863,78, dan langsung kena trading halt. Pukul 09.32 WIB indeks berada di 5.205,92, turun 657,86 poin atau 11,22%. Titik terendah (16/10/26), 5.193,22, sekaligus level terendah dalam 52 minggu, dan dalam 5 tahun terakhir: ya, terendah dalam 5 tahun terakhir. Dari puncak 52 minggu di 9.174,47, IHSG sudah kehilangan sekitar 43 persen. (Baca: IHSG Jatuh, Peringatan MSCI Bukan Pernyataan Kosong)