Jakarta, Arthabhumi.id – Setelah hampir 5 tahun menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Darmawan Prasodjo akhirnya diganti dengan Dirut baru, Suroso Isnandar.
Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia mengungkapkan pihaknya melakukan penyegaran manajeman PLN dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kinerja PLN Group dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan. Kami juga ingin PLN semakin siap mendukung kegiatan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (14/10/26).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia untuk menerima laporan sejumlah perkembangan strategis sektor energi dalam pertemuan di Istana Merdeka.
Baca: Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN
Pembahasan tersebut mencakup perkembangan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), evaluasi gangguan kelistrikan di sejumlah daerah, serta kondisi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Menko Bahlil mengungkapkan bahwa gangguan kelistrikan di wilayah Batam dipicu sejumlah persoalan teknis. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, gangguan tersebut antara lain berkaitan dengan jaringan listrik yang terdampak petir serta kendala teknis lainnya.
Terkait pemulihan layanan dan kemungkinan kompensasi bagi pelanggan, Menko Bahlil akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PLN. “Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.
Terkait pemadamam di Batam, Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN Batam atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026.
“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha. Kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama kami, dan kami berkomitmen untuk mendukung PLN Batam dalam memberikan pelayanan yang semakin baik,” jelasnya.
Peningkatan kualitas layanan PLN Batam merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia dalam mendukung transformasi PLN Group secara berkelanjutan. Pengembangan perusahaan diarahkan untuk meningkatkan keandalan pasokan, kemudahan pelayanan, serta kesiapan dalam memenuhi perkembangan kebutuhan pelanggan.
“Kami melihat peluang bagi PLN Batam untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan dunia usaha. Melalui pengembangan kapasitas perusahaan dan peningkatan kualitas layanan, kami ingin PLN Batam semakin berperan dalam mendukung kebutuhan pelanggan serta kemajuan kawasan,” ujar Dony.
Dalam konteks pengembangan usaha, PLN Batam menjalankan model bisnis mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah. Perusahaan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan posisi Batam sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia dan tujuan investasi.
Untuk diketahui, Darmawan Prasodjo diangkat menjadi Dirut PLN sejak Desember 2021. Sebelumnya Darmawan menjabat sebagai Wadirut PLN sejak 2019.
Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Darmawan sejak 2021 ke 2025, harta kekayaan Darmawan naik cukup signifikan.
LHKPN Darmawan pada 2021 sebesar Rp30.152.993.378. Kemudian pada 2025, dalam dokumen laporan harta kekayaannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kekayaannya mencapai Rp110.072.697.106.
Artinya dalam 5 tahun menjabat, harta pria kelahiran 19 Oktober 1970 ini naik sebesar Rp79.919.703.728 atau mendekati Rp80 miliar

